Example floating
Example floating
HUKRIM

Egianus Kogoya Diduga Danai KKB Lewat Peredaran Narkoba

94
×

Egianus Kogoya Diduga Danai KKB Lewat Peredaran Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, nemangkawipos.com – Fakta mengejutkan kembali terungkap dari belantara Papua. Egianus Kogoya, salah satu pemimpin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang paling diburu di Papua, tidak hanya mengandalkan aksi bersenjata untuk memperkuat kelompoknya, tetapi juga diduga kuat menggunakan jalur peredaran narkotika sebagai sumber pendanaan gerakan separatis bersenjata.

Pengungkapan ini bermula dari kontak tembak antara Satgas Damai Cartenz dan kelompok KKB pimpinan Egianus di Kampung Pugimana, Kabupaten Jayawijaya, pada Senin (9/6/2025). Dalam peristiwa itu, satu anggota KKB bernama Pionus Gwijangge alias Perampok Gwijangge tewas di lokasi kejadian, sementara Egianus Kogoya berhasil melarikan diri ke hutan pegunungan yang menjadi basis persembunyiannya selama ini.

Dari lokasi kejadian, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang mengarah pada keterlibatan KKB dalam peredaran narkotika. Di antaranya satu unit telepon genggam milik Egianus Kogoya, dua ons ganja kering siap edar, serta 25 butir amunisi kaliber 9 mm.

Baca Juga :

Namun, yang paling menggemparkan adalah temuan dalam ponsel Egianus. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebutkan bahwa dalam ponsel tersebut terdapat sejumlah foto dan video Egianus di kebun ganja, yang diduga kuat miliknya. Lokasi kebun tersebut berada di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, wilayah yang selama ini dikenal sebagai kantong kelompok KKB.

Dokumentasi visual memperlihatkan tanaman ganja yang tumbuh subur dan dipanen secara berkala. Ganja tersebut telah dikemas dalam plastik dan diduga akan diedarkan, tidak hanya untuk konsumsi lokal, tetapi juga ke luar wilayah.

“Sudah jelas bahwa ganja ini bukan untuk pemakaian pribadi. Ini adalah bagian dari sistem pembiayaan kelompok Egianus,” ujar Brigjen Faizal. “Uang hasil penjualan ganja digunakan untuk membeli senjata dan amunisi. Ini membuktikan bahwa KKB telah bergeser menjadi sindikat kriminal narkotika bersenjata.”

Temuan ini diperkuat hasil uji forensik oleh Laboratorium Polda Papua. Dari plastik klip besar yang ditemukan, tercatat kandungan daun, batang, dan biji ganja kering seberat 216,59 gram bersih. Barang bukti ini diketahui milik Pionus Gwijangge yang tewas dalam kontak senjata tersebut.

Temuan ini menandai babak baru dalam penanganan KKB. Kelompok ini bukan lagi hanya ancaman keamanan karena aksi bersenjata dan penculikan, tetapi juga telah menjadi bagian dari jaringan kriminal terorganisir yang menyatukan ideologi separatis dan peredaran narkotika.

“Ini sinyal kuat bahwa pendekatan penanganan KKB harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan memutus sumber logistik mereka, termasuk dari peredaran narkoba,” tegas Brigjen Faizal.

Operasi pengejaran terhadap Egianus Kogoya kini masuk fase baru. Fokus tidak hanya pada penangkapan pimpinan separatis, tetapi juga pada pengungkapan jalur keuangan ilegal yang menopang kekuatan KKB. Dengan keterlibatan dalam narkotika, Egianus Kogoya telah memosisikan dirinya sebagai ancaman multidimensi — baik terhadap keamanan negara maupun masa depan generasi muda Papua.

Penyelidikan terhadap jaringan dan pendanaan KKB terus berlanjut. Satu hal kini jelas: perang melawan KKB bukan hanya di hutan, tetapi juga di balik bisnis haram narkotika yang mereka jalankan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *