organisasi

Jelang Konferensi Nasional Kota Toleransi II, Pemuda Amungsa Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Dorong UMKM Mama-Mama Tujuh Suku

182
×

Jelang Konferensi Nasional Kota Toleransi II, Pemuda Amungsa Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Dorong UMKM Mama-Mama Tujuh Suku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Nasional Kota Toleransi (KKT) II, Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan tersebut dinilai penting agar Kabupaten Mimika dapat menyambut dan menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut dalam suasana aman, damai, dan penuh persaudaraan.

Ajakan itu disampaikan perwakilan Aliansi Pemuda Amungsa Kabupaten Mimika, Hellois Kemong, kepada Nemangkawipos.com, Rabu (4/11/2026). Ia mengharapkan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, ikut mengambil bagian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurut Hellois, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang kondusif, terlebih Mimika akan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi II.

Baca Juga :

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Mimika untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena kita akan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi (KKT) II,” ungkap Hellois.

Ia menilai, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Selain menyampaikan pesan terkait keamanan, Hellois juga mendorong perhatian pemerintah daerah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya mama-mama dari tujuh suku di Kabupaten Mimika.

Ia berharap Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika dapat menyediakan stan atau tempat berjualan bagi mama-mama tujuh suku. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan sekaligus mempromosikan hasil karya dan produk mereka kepada masyarakat maupun para peserta kegiatan.

“Saya juga berharap Dinas UMKM Kabupaten Mimika bisa memberikan stan-stan untuk mama-mama tujuh suku di Kabupaten Mimika, agar mereka bisa menjual atau mempromosikan hasil karya mama-mama lokal,” harapnya.

Menurutnya, penyediaan stan bagi pelaku UMKM lokal dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi produk masyarakat Mimika sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi mama-mama Papua yang menjalankan usaha.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan nyata agar mama-mama tujuh suku memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut, tidak hanya sebagai bagian dari masyarakat tuan rumah, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi lokal.

Hellois menegaskan, penyambutan Konferensi Nasional Kota Toleransi II perlu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta memperkenalkan potensi dan karya masyarakat lokal.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dapat terjalin dengan baik sehingga pelaksanaan KKT II di Kabupaten Mimika berlangsung aman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Penulis: Stendy01 Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *