Swasta

Dominasi IFRC 2026 di Mimika, Dua Tim Freeport Raih Juara Umum I dan II

139
×

Dominasi IFRC 2026 di Mimika, Dua Tim Freeport Raih Juara Umum I dan II

Sebarkan artikel ini

Caption: Tim Kamoro dan Tim Amungme PT Freeport Indonesia saat meraih Juara Umum I dan II dalam ajang Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 di Mimika Sport Complex. Foto: Dokumentasi PTFI.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Prestasi membanggakan ditorehkan dua tim PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam ajang Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tim Kamoro berhasil meraih Juara Umum I, sementara Tim Amungme menempati posisi Juara Umum II. Adapun Juara Umum III diraih PT Hengjaya Mineralindo.

Pengumuman para pemenang tersebut disampaikan dalam acara penutupan IFRC 2026 yang berlangsung di Mimika Sport Complex, Sabtu (31/10/2026). Hasil ini menempatkan dua tim PTFI di posisi teratas dalam kompetisi nasional yang mempertemukan personel tanggap darurat dari perusahaan pertambangan dan energi tersebut.

Mengusung tema “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia,” IFRC 2026 diikuti 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi. Seluruh rangkaian kompetisi berlangsung pada 24–31 Oktober 2026 di Kabupaten Mimika, dengan PT Freeport Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Baca Juga :

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi, semangat, dan profesionalisme yang ditunjukkan selama mengikuti kompetisi.

Menurut Tony, keberhasilan IFRC tidak hanya diukur dari gelar juara yang diraih masing-masing tim, tetapi juga dari kesempatan bagi para personel untuk saling belajar, berbagi pengetahuan, dan bertukar pengalaman dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran dan penyelamatan.

“Yang utama bukan semata-mata gelar juara, tetapi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap operasi pertambangan,” kata Tony.

Ia menjelaskan, kompetensi personel tanggap darurat merupakan bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan kerja. Karena itu, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama kompetisi diharapkan dapat diterapkan oleh setiap peserta di perusahaan masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, IFRC 2026 mempertandingkan delapan kategori yang menguji kemampuan teknis, ketahanan fisik, ketepatan prosedur, serta koordinasi personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Delapan kategori tersebut meliputi Firefighter Competency Test (FCT) & Individual Skill (IDS), Road Accident Rescue (RAR), High Angle Rescue (HAR), Confined Space Rescue (CSR), Structural Fire Fighting (SFF), Collapsed Structure Search & Rescue (CSSR), Underwater Rescue & Recovery (UWRR), dan Firefighter Combat Challenge (FCC).

Ketua Umum Pertapindo, Sri Rahardjo, mengatakan seluruh rangkaian perlombaan telah diselesaikan dan Dewan Juri IFRC 2026 telah menetapkan para pemenang berdasarkan hasil penilaian kompetisi.

“IFRC bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan untuk melindungi serta menyelamatkan nyawa,” katanya.

Pertapindo menetapkan para pemenang berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri IFRC 2026. Dewan juri tersebut terdiri atas para ahli tanggap darurat dari perusahaan pertambangan dan energi, lembaga pencarian dan pertolongan, serta pemadam kebakaran dari Indonesia, Malaysia, Peru, dan Australia.

Keterlibatan para ahli dari berbagai negara tersebut memberikan dukungan terhadap proses penilaian sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para peserta. Dengan latar belakang keahlian yang beragam, penilaian kompetisi diharapkan dapat mendorong peningkatan standar kemampuan personel tanggap darurat.

Sementara itu, Kapten Tim Kamoro PTFI, Randy Julius, mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya meraih Juara Umum I merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, latihan yang konsisten, serta kekompakan seluruh anggota tim.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PTFI, para pembina, dan pelatih yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Menurut Randy, pencapaian tersebut bukan sekadar kebanggaan atas gelar juara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja.

“Misi utama seorang rescuer adalah melindungi dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

Secara keseluruhan, IFRC menjadi wadah bagi personel tanggap darurat untuk menguji kemampuan teknis, ketahanan fisik, ketepatan menjalankan prosedur, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.

Melalui penyelenggaraan kompetisi ini, Pertapindo bersama PTFI mendorong peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan personel, sekaligus memperkuat budaya keselamatan di sektor pertambangan dan energi.

Keberhasilan dua tim PTFI menempati posisi Juara Umum I dan II dalam IFRC ke-8 Tahun 2026 di Mimika menjadi salah satu capaian dalam kompetisi tersebut. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen bersama bahwa kesiapsiagaan, profesionalisme, dan keselamatan merupakan aspek penting dalam melindungi serta menyelamatkan nyawa manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *