DPR

HUT Mimika ke-30, Adrian Minta Festival UMKM Jangan Jalan Sendiri-Sendiri

358
×

HUT Mimika ke-30, Adrian Minta Festival UMKM Jangan Jalan Sendiri-Sendiri

Sebarkan artikel ini

Capt: Sekretaris Komisi II DPRK Mimika saat mengunjungi stan karnaval HUT Kabupaten Mimika ke-30 tahun di halaman Gedung Eme Neme Yauware. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Semarak perayaan HUT ke-30 Kabupaten Mimika diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar memberi ruang dan pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie, S.ST.Par., mengapresiasi berbagai festival dan pameran yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam rangka memeriahkan HUT ke-30 Mimika.

Namun, Adrian meminta seluruh OPD tidak berjalan sendiri-sendiri ketika memiliki sasaran kegiatan yang sama. Menurutnya, koordinasi diperlukan agar kegiatan yang digelar pemerintah tidak justru membagi konsentrasi masyarakat dan pasar bagi pelaku UMKM.

Baca Juga :

“Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-30 Kabupaten Mimika. Semoga Mimika semakin sukses, semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pembangunan terus bergerak maju menuju Gerbang Emas Mimika,” ujar Adrian.

Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

“Sebagai Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OPD terkait. Kita melihat berbagai produk lokal bisa ditampilkan dan diperkenalkan kepada masyarakat. Ini merupakan langkah yang baik untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan dan memberikan ruang yang lebih besar kepada UMKM kita,” katanya.

Menurut Adrian, kehadiran unsur budaya, adat dan UMKM dalam rangkaian HUT Mimika dapat menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, misalnya, memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk mempromosikan produk lokal. Hal serupa juga dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM dengan menghadirkan berbagai pelaku usaha dan produk UMKM.

“UMKM jangan hanya diberikan pembinaan, tetapi juga harus diberikan ruang untuk tampil, berjualan dan mendapatkan pasar. Karena pada akhirnya yang kita harapkan adalah ada peningkatan pendapatan dan perputaran ekonomi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Di balik apresiasi tersebut, Adrian memberikan catatan kepada Pemkab Mimika terkait pola pelaksanaan kegiatan.

Ia meminta kegiatan dengan sasaran yang hampir sama tidak digelar bersamaan di lokasi berbeda. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi membagi konsentrasi masyarakat, baik sebagai pengunjung maupun konsumen, sehingga peluang ekonomi yang diterima pelaku UMKM tidak maksimal.

“Ini yang perlu menjadi evaluasi bersama. Jangan ada ego sektoral antar-OPD. Kalau tujuannya sama-sama untuk membantu UMKM dan masyarakat, maka kegiatan harus saling mendukung dan saling menopang, bukan justru berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Adrian menyarankan Pemkab Mimika menyusun kalender kegiatan bersama antarlembaga. Dengan pola tersebut, satu OPD dapat menggelar festival selama beberapa hari, kemudian dilanjutkan kegiatan OPD lainnya.

“Kalau dijadwalkan dengan baik, kegiatan akan terus hidup. Masyarakat juga tahu minggu ini harus datang ke mana. Setelah kegiatan satu dinas selesai, dilanjutkan dinas lainnya. Dengan begitu pengunjung lebih fokus dan pelaku UMKM mendapatkan kesempatan pasar yang lebih maksimal,” katanya.

Ia menegaskan seluruh OPD berada dalam satu pemerintahan dan memiliki tujuan yang sama, yakni menjalankan program pembangunan serta mendukung pencapaian visi dan misi kepala daerah.

Karena itu, koordinasi lintas OPD dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun kegiatan.

“Jangan sampai masing-masing OPD hanya berpikir bagaimana programnya terlaksana. Yang paling penting adalah apa dampaknya bagi masyarakat. OPD satu harus mendukung OPD lainnya sehingga setiap anggaran dan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang maksimal,” tegas Adrian.

Adrian kembali menyampaikan apresiasi terhadap keseriusan Pemkab Mimika dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi lokal.

Menurutnya, momentum HUT ke-30 Mimika harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah, DPRK, pelaku UMKM dan masyarakat.

“Semangat HUT ke-30 ini harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan pemerintah, DPRK, pelaku UMKM dan seluruh masyarakat. Hilangkan ego sektoral, perkuat kolaborasi, hidupkan ekonomi kerakyatan, dan mari bersama-sama membawa Mimika semakin maju menuju Gerbang Emas Mimika,” pungkasnya.
(STENDY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *