Pemerintahan

Dari Kriya Nusa Menuju Dunia, Bupati Melkianus Mote Bidik Deiyai Go Internasional

5
×

Dari Kriya Nusa Menuju Dunia, Bupati Melkianus Mote Bidik Deiyai Go Internasional

Sebarkan artikel ini

Capt: Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., memberikan apresiasi atas keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Deiyai dalam ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kerajinan, budaya dan produk UMKM Deiyai ke tingkat nasional hingga diharapkan dapat menembus pasar internasional. Foto: Pilemon Keiya

Example 468x60

JAKARTA, Nemangkawipos.com – Dari panggung Kriyanusa 2026 di Jakarta, Kabupaten Deiyai membawa pesan besar: karya Mama-Mama Papua dan pelaku UMKM lokal tidak boleh berhenti dikenal di tingkat nasional, tetapi harus punya jalan menuju pasar dunia.

Harapan itu disampaikan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., saat memberikan apresiasi atas keikutsertaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai dalam ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta.

Menurut Melkianus, kehadiran Deiyai dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kerajinan, budaya dan produk UMKM Deiyai kepada masyarakat luas di Indonesia.

Baca Juga :

Bahkan, ia menargetkan suatu saat produk-produk lokal Deiyai dapat menembus panggung internasional.

“Harapan ke depan, suatu ketika Deiyai bisa go internasional,” ujar Melkianus Mote kepada Nemangkawipos.com melalui sambungan telepon seluler, Selasa (29/9/2026) siang.

Melkianus mengakui Kabupaten Deiyai memiliki keterbatasan anggaran. Namun, keterbatasan tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memperkenalkan potensi daerah.

Ia justru menilai keikutsertaan Deiyai dalam Kriyanusa menjadi bukti bahwa dengan anggaran yang terbatas, daerah tetap dapat membawa karya lokal tampil di panggung nasional.

“Dengan APBD yang kecil, tetapi kita bisa hadir dan ikut Kriyanusa, itu sudah sangat luar biasa,” katanya.

Menurutnya, kesempatan seperti Kriyanusa bukan sekadar ajang pameran, tetapi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya dan kreativitas masyarakat Deiyai kepada publik Indonesia.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja mendukung keikutsertaan Dekranasda Deiyai di Kriyanusa 2026.

Ia menilai keterlibatan Deiyai dalam kegiatan berskala nasional merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan daerah sekaligus membuka ruang promosi bagi produk-produk lokal.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua tim yang mendukung sehingga kita bisa hadir di panggung nasional dalam rangka memperkenalkan Deiyai,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelaku seni dan UMKM Deiyai turut menampilkan karya mereka, di antaranya Mama Yuliana Madai dari Sanggar Tagi-Tagi, Mama Mince Pekei dari Sanggar Embun Deiyai dan Ibu Guru Veronika Adii dari Sanggar SMAK Aweidabi Deiyai.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membawa kreativitas masyarakat Deiyai tampil di ruang nasional.

Melkianus berharap momentum Kriyanusa tidak berhenti setelah pameran selesai. Ia ingin para pelaku UMKM di Deiyai terus menjaga semangat, mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produk.

“Kita berharap UMKM yang ada di Deiyai tetap semangat dan tetap eksis dengan usahanya,” kata Bupati.

Ia juga berharap kegiatan serupa ke depan tidak hanya memberi kesempatan kepada pelaku UMKM yang sudah tampil saat ini. Lebih banyak pelaku usaha dari Deiyai diharapkan mendapat kesempatan datang dan membawa produk mereka ke Jakarta.

“Ke depan kita bisa hadirkan UMKM lain yang datang ke Jakarta mewakili Kabupaten Deiyai,” ujarnya.

Keikutsertaan Dekranasda Deiyai di Kriyanusa 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperluas promosi kerajinan dan produk lokal, termasuk karya para perajin serta Mama-Mama Deiyai.

Bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai, panggung nasional tersebut diharapkan menjadi pintu untuk memperkenalkan potensi daerah lebih luas, membangkitkan semangat pelaku UMKM dan membuka peluang agar karya-karya Deiyai semakin dikenal di luar Papua.

Dari Jakarta, pesan Bupati Melkianus sederhana namun jelas: Deiyai tidak ingin hanya menjadi penonton. Karya lokal harus terus bergerak, dikenal di Indonesia dan suatu saat mampu menembus dunia.

“Harapan ke depan, suatu ketika Deiyai bisa go internasional.” (Pilemon Keiya)

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *