Olahraga

Odizeus Beanal Pimpin PRUI Papua Tengah, Targetkan Konsolidasi hingga PON 2028

1
×

Odizeus Beanal Pimpin PRUI Papua Tengah, Targetkan Konsolidasi hingga PON 2028

Sebarkan artikel ini

Caption: Ketua PRUI Papua Tengah periode 2026–2030, Odizeus Beanal, B.Sc., bersama jajaran pengurus usai pelantikan di Nabire. Foto: Stendy.

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Odizeus Beanal, B.Sc. resmi memimpin Persatuan Rugby Union Indonesia PRUI Provinsi Papua Tengah periode 2026–2030. Kepengurusan baru ini membawa agenda besar untuk membenahi organisasi, memperkuat klub serta menyiapkan atlet Papua Tengah menuju kompetisi nasional dan PON 2028.

Pelantikan Odizeus bersama jajaran pengurus dilakukan oleh Pengurus Besar PRUI yang diwakili Ketua Umum PB PRUI, Philips Arobaya. Pelantikan turut disaksikan unsur KONI Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Polda Papua Tengah serta unsur TNI.

Odizeus menegaskan, kepengurusan baru tidak ingin rugby hanya ramai ketika ada pertandingan. Fokus utama empat tahun ke depan adalah membangun sistem pembinaan yang berjalan dari tingkat klub hingga provinsi.

Baca Juga :

“Kita tidak ingin rugby hanya hidup ketika ada pertandingan. Kita ingin rugby menjadi sebuah sistem pembinaan yang berjalan terus-menerus, dari klub, kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional,” menjadi semangat yang dibawa kepengurusan baru.

Sejumlah pekerjaan langsung menjadi perhatian PRUI Papua Tengah, mulai dari penataan organisasi, pendataan klub, pembinaan atlet, pengembangan pelatih dan wasit hingga membangun kompetisi yang lebih teratur.

Potensi rugby di Papua Tengah dinilai cukup besar. Karena itu, klub tidak hanya diarahkan sebagai tempat bermain, tetapi menjadi tempat lahirnya atlet, pelatih, wasit dan kader olahraga.

Kepengurusan PRUI Papua Tengah periode 2026–2030 juga langsung dihadapkan pada agenda nasional. Tahun 2026–2027 akan menjadi masa konsolidasi dan pembentukan fondasi pembinaan, sebelum diarahkan menuju kompetisi nasional dan PON 2028.

Dengan persiapan sejak awal, PRUI ingin atlet terbaik Papua Tengah tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi memiliki pembinaan yang jelas dan terukur.

Kehadiran KONI dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam pelantikan juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga. PRUI diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah serta KONI, tanpa mencampuri kewenangan organisasi masing-masing.

Rugby sendiri telah berkembang di sejumlah wilayah Papua, termasuk Mimika. Pengalaman pembinaan yang sudah berjalan di daerah tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas perkembangan rugby ke kabupaten-kabupaten lain di Papua Tengah.

PRUI di bawah Odizeus diharapkan mampu membuka ruang bagi klub baru, memperkuat klub yang sudah ada dan memberikan jalur pembinaan bagi atlet muda.

Targetnya jelas, rugby tidak hanya berkembang di satu daerah, tetapi menjadi olahraga yang bisa dirasakan dan dikembangkan bersama di seluruh Papua Tengah.

Odizeus kini membawa mandat empat tahun untuk menata organisasi, memperkuat klub, membina generasi muda dan mempersiapkan atlet Papua Tengah menuju Kejurnas hingga PON 2028.

Rugby Papua Tengah tidak boleh berhenti pada cerita tentang potensi. Tantangannya sekarang adalah mengubah potensi menjadi pembinaan, pembinaan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi kebanggaan Papua Tengah.

Penulis: StendEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *