organisasi

HUT ke-50 Mimika Timur Meriah, Andre Metubun Kritik Pemerintah Distrik: Jangan Hanya Seremoni

3
×

HUT ke-50 Mimika Timur Meriah, Andre Metubun Kritik Pemerintah Distrik: Jangan Hanya Seremoni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Distrik Mimika Timur berlangsung meriah dan sukses. Namun, di balik kemeriahan tersebut, kritik terhadap kinerja pemerintah distrik datang dari mantan Ketua OKK KNPI DPC Distrik Mimika Timur, Andre Metubun.

Andre menilai kemeriahan perayaan HUT tidak boleh membuat masyarakat terlena, sementara kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan masih menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius.

Ia mengapresiasi pelaksanaan HUT ke-50 yang berjalan lancar. Namun, menurutnya, pemerintah distrik harus mampu menghadirkan program pembangunan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga :

“Acara euforia seperti ini memang berjalan lancar dan sukses, tetapi sangat disayangkan kalau masyarakat hanya dininabobokan dengan kemeriahan acara. Yang kami butuhkan adalah pembangunan yang nyata dan pemerintah distrik yang produktif,” kata Andre kepada Nemangkawipos.com, Rabu (19/8/2026).

Menurut Andre, Pemerintah Distrik Mimika Timur seharusnya mampu melahirkan program-program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan dan peningkatan ekonomi.

“Sampai hari ini saya belum melihat program apa yang sudah dikerjakan oleh kepala distrik dan jajarannya yang benar-benar terlihat manfaatnya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Andre kemudian membandingkan kondisi Mimika Timur saat ini dengan masa kepemimpinan Maikel Gomar sebagai kepala distrik. Menurutnya, pada masa tersebut terdapat perubahan yang lebih terlihat di tengah masyarakat.

“Di zaman Bapak Maikel Gomar, beliau yang melakukan perubahan di Distrik Mimika Timur. Setelah itu, ganti kepala distrik, tetapi menurut saya kerjanya sama saja. Hanya membuat laporan normatif untuk pimpinan di kabupaten, tetapi laporan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan nyata tidak terlihat,” kritiknya.

Ia juga meminta Pemerintah Distrik Mimika Timur menerjemahkan visi dan misi Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, khususnya konsep Bangun Kampung ke Kota”, ke dalam program konkret di wilayah distrik.

“Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati punya visi dan misi membangun dari kampung ke kota. Pemerintah distrik harus mampu menerjemahkan visi itu di wilayahnya. Jangan hanya menjadi kepala distrik, tetapi tidak punya konsep dan program kerja dalam membangun masyarakat,” tegas Andre.

Selain program pembangunan, Andre juga menagih janji Bupati Mimika terkait rencana penyelenggaraan Festival Bakau di Mimika Timur.

Ia mengingatkan bahwa dalam sambutan pada peringatan HUT tahun sebelumnya, Bupati Mimika disebut pernah menyampaikan rencana membuat peraturan bupati sebagai dasar penyelenggaraan Festival Bakau setiap tahun.

“Waktu HUT tahun lalu, Bapak Bupati sendiri sudah menyampaikan dalam sambutannya bahwa akan dibuat peraturan bupati untuk setiap tahun melaksanakan Festival Bakau. Seharusnya tahun ini sudah berjalan, tetapi kenyataannya sampai sekarang belum ada,” katanya.

Menurut Andre, Mimika Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu kawasan penting dalam aktivitas ekonomi Kabupaten Mimika. Karena itu, pembangunan di wilayah tersebut dinilai harus mendapatkan perhatian yang lebih serius.

Andre menegaskan, masyarakat Mimika Timur membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Setiap momentum HUT, kata dia, seharusnya menjadi kesempatan untuk meninggalkan program atau pembangunan yang dapat dikenang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami di Mimika Timur ini adalah bagian penting dari jantung ekonomi Kabupaten Mimika. Kami juga merupakan distrik yang sudah lama berdiri. Saya mau membuat ilustrasi, ketika yang tua saja sudah tidak dihargai, bagaimana dengan yang lain?” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan sebuah ikon maupun program pembangunan yang mampu menggambarkan sejarah dan kontribusi Mimika Timur dalam perjalanan Kabupaten Mimika.

“Harus ada sesuatu yang terlihat, semacam ikon yang menceritakan bahwa Mimika Timur hadir lebih dahulu sebelum Kabupaten Mimika berkembang seperti sekarang,” katanya.

Andre pun meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kegiatan seremonial tanpa diikuti program pembangunan yang berkelanjutan.

“Stop dengan acara-acara yang membuat masyarakat senang sesaat, tetapi setelah itu masyarakat kembali menderita. Kami ingin ada program yang nyata, inovatif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *