pemerintah kabupaten Mimika

HUT RI ke-81 di Mimika: Bupati Rettob Serukan “Perjuangan Zaman Sekarang Adalah Membangun”

8
×

HUT RI ke-81 di Mimika: Bupati Rettob Serukan “Perjuangan Zaman Sekarang Adalah Membangun”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (17/8/2026).

Bupati Mimika Johannes Rettob bertindak sebagai Inspektur Upacara. Momentum sakral tersebut dihadiri Wakil Bupati Emanuel Kemong, Penjabat Sekretaris Daerah Abraham Kateyau, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.

Peserta upacara berasal dari unsur ASN Pemkab Mimika, TNI-Polri, Basarnas hingga pelajar dari berbagai sekolah.

Baca Juga :

Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau. Setelah itu, 54 anggota Paskibra Mimika menjalankan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Pembawa baki dipercayakan kepada Loisa Imingkawak, siswi SMA Advent Mimika. Sementara tiga pengerek bendera masing-masing Lalu Hafliqais Diningrat dari SMAN 1 Mimika, Sosmus Warai dari SMAN 5 Mimika, dan Jeverson Fransiskus Luiskambu dari SMAN 1 Mimika.

Komandan upacara dipercayakan kepada Ipda Andrinikus Nama, Kanit Turjawali Satlantas Polres Mimika.

Suasana berlangsung penuh khidmat ketika Merah Putih perlahan dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Usai upacara, Bupati Johannes Rettob menyampaikan pesan kuat bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni.

Menurutnya, generasi saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda. Jika para pahlawan dahulu berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga, maka masyarakat sekarang harus meneruskan perjuangan tersebut melalui pembangunan, karya dan pelayanan nyata.

17 Agustus ini adalah sebuah momentum di mana kita merefleksikan diri terhadap perjuangan-perjuangan masyarakat. Bagi kita saat ini adalah bagaimana masyarakat Mimika secara khusus meneruskan program perjuangan para pahlawan,” ujar Rettob.

Ia menegaskan, perjuangan membangun daerah harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagaimana kita memperjuangkan proses Kabupaten ini, sehingga kita mulai isi dengan pembangunan-pembangunan yang nyata, dengan karya-karya yang nyata, dengan karsa-karsa kita yang nyata. Ini yang kita harapkan,” katanya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, Rettob mengatakan Pemkab Mimika terus mendorong sejumlah program prioritas.

Beberapa di antaranya adalah menurunkan angka stunting, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menekan kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Di tahun kedua ini kita harus terus berjuang bagaimana menurunkan angka stunting, meningkatkan IPM, bagaimana membuat anak-anak kita cerdas, menurunkan angka kemiskinan dan berusaha menurunkan pengangguran,” tegasnya.

Menurut Rettob, dua tahun pertama pemerintahan juga diarahkan untuk membangun fondasi pemerintahan melalui pembenahan regulasi dan birokrasi.

Ini kita meletakkan fondasi. Tahun pertama ini betul-betul kita meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Mimika. Kita membuat regulasi-regulasi yang kemudian bisa membuat supaya kita dapat bekerja dengan baik, jelasnya.

Ia menegaskan, pembenahan birokrasi bukan tujuan akhir. Seluruh proses tersebut harus bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Tujuan terakhir adalah bagaimana masyarakat itu menerima dan merasa bahwa pemerintah itu ada di Mimika dan mereka juga merasa bahwa pemerintah itu ada untuk mereka,” ungkapnya.

Rettob juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Mimika yang ikut menyemarakkan HUT ke-81 RI.

Menurutnya, semangat nasionalisme tahun ini semakin terlihat dari pemasangan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di berbagai wilayah.

Saya berterima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mimika yang betul-betul telah berjuang dan mulai menghayati kemerdekaan ini secara baik. Di mana-mana kita pasang bendera, umbul-umbul, sehingga rasa kebangsaan ini muncul dengan baik,” katanya.

Ia juga mengapresiasi para kepala distrik yang menggelar berbagai kegiatan kemerdekaan di wilayah masing-masing, mulai dari upacara, perlombaan hingga hiburan rakyat.

Terima kasih juga kepada semua kepala-kepala distrik yang saat ini melakukan upacara 17-an di mana-mana, bahkan mereka membuat hiburan untuk masyarakat, mereka membuat lomba-lomba,” pungkasnya.

HUT ke-81 RI di Mimika akhirnya bukan sekadar tentang pengibaran bendera. Pesan yang disampaikan Bupati Rettob menempatkan kemerdekaan sebagai tanggung jawab untuk terus bekerja dan membangun.

Bagi Mimika, semangat 17 Agustus diterjemahkan ke dalam agenda yang lebih besar: membangun sumber daya manusia, menekan kemiskinan dan stunting, memperbaiki pelayanan publik, serta memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah.

Merah Putih telah berkibar di Mimika. Kini tantangannya adalah memastikan semangat kemerdekaan ikut hidup dalam setiap kerja dan pembangunan untuk rakyat.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *