DPR

Jelang HUT ke-50 Mapurjaya, Legislator DPRK Mimika Rampeani Rachma Soroti Minimnya Persiapan: Jangan Biarkan Masyarakat Kehilangan Momen Bersejarah

60
×

Jelang HUT ke-50 Mapurjaya, Legislator DPRK Mimika Rampeani Rachma Soroti Minimnya Persiapan: Jangan Biarkan Masyarakat Kehilangan Momen Bersejarah

Sebarkan artikel ini

Capt: Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kampung Mapurjaya, Anggota DPRK Mimika Rampeani Rachma menyampaikan sejumlah sorotan terkait pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat kampung. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kampung Mapurjaya, sorotan tajam datang dari Anggota DPRK Mimika, Rampeani Rachma. Ia mengaku prihatin karena hingga awal Agustus 2026 belum melihat adanya pergerakan nyata dari panitia pelaksana, padahal momentum emas tersebut dinilai sangat dinantikan masyarakat.

Rampeani mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, anggaran yang telah disiapkan Pemerintah Distrik mencapai sekitar Rp700 juta untuk mendukung dua agenda besar, yakni peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-50 Mapurjaya. Namun, hingga kini pelaksanaan kegiatan dinilai belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

“Saya melihat sampai hari ini belum ada pergerakan yang nyata. Padahal HUT Mapurjaya adalah momentum yang sangat ditunggu masyarakat. Jangan sampai masyarakat kehilangan kesempatan menikmati perayaan yang selama ini menjadi ajang kebersamaan,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :

Menurut Rampeani, tradisi yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Kepala Distrik sebelumnya, Bakri Atoriq, patut dipertahankan. Berbagai hiburan rakyat, perlombaan, hingga kegiatan budaya selama ini menjadi daya tarik utama yang selalu dinanti warga setiap tahun.

Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Panitia. Dari hasil komunikasi tersebut, panitia mengaku belum dapat bergerak maksimal karena masih menunggu dukungan dan kepastian pencairan anggaran.

“Saya sudah bertanya kepada ketua panitia. Mereka menyampaikan sampai sekarang belum ada dukungan yang benar-benar bisa digunakan untuk menjalankan seluruh rangkaian kegiatan. Saya sendiri belum mengetahui secara pasti di mana letak kendalanya,” katanya.

Rampeani menilai keberhasilan sebuah agenda besar tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan yang aktif dari pemerintah distrik.

“Panitia memang sudah dibentuk, tetapi kepala distrik harus hadir sebagai motor penggerak. Kalau pimpinan memberikan semangat, arahan, dan solusi, saya yakin panitia akan bekerja lebih maksimal,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Mimika Timur merupakan salah satu wilayah bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan Kabupaten Mimika. Karena itu, menurutnya, peringatan HUT ke-50 Mapurjaya seharusnya menjadi momentum untuk mengangkat identitas daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Bukan soal acara yang mewah, tetapi masyarakat harus merasakan manfaatnya. Perlombaan, kegiatan adat, hiburan rakyat, dan ruang berkumpul seperti inilah yang selalu dinanti warga. Di situlah nilai kebersamaan benar-benar terasa,” ujarnya.

Rampeani berharap Pemerintah Distrik segera mengambil langkah konkret agar seluruh persiapan dapat dipercepat. Ia juga mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru sehingga perayaan HUT ke-50 Mapurjaya menjadi momentum kebangkitan Mimika Timur.

“Kita harus benar-benar mengangkat derajat Mimika Timur. Ini adalah distrik tua yang memiliki sejarah panjang bahkan sebelum Kabupaten Mimika terbentuk. Momentum 50 tahun jangan sampai berlalu tanpa makna. Pemerintah distrik harus menunjukkan kepemimpinan yang mampu menyatukan masyarakat dan menghadirkan perayaan yang berkesan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *