HUKRIMKesehatan

Bidan Puskesmas Mapurjaya Terluka Usai Ambulans Dilempari Batu, Pelaku Diduga Kelompok Mabuk di Jalan Poros Timika

385
×

Bidan Puskesmas Mapurjaya Terluka Usai Ambulans Dilempari Batu, Pelaku Diduga Kelompok Mabuk di Jalan Poros Timika

Sebarkan artikel ini

Capt: Mobil ambulans BLUD Puskesmas Mapurjaya yang menjadi sasaran pelemparan batu di kawasan Km 9 Timika, mengakibatkan seorang bidan mengalami luka dan menjalani perawatan di RSUD Mimika.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Aksi pelemparan batu terhadap sebuah mobil ambulans milik BLUD Puskesmas Mapurjaya mengakibatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) mengalami luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Mimika, Minggu (2/8/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Asriani (25), seorang bidan Puskesmas Mapurjaya. Saat kejadian, ia bersama rekan-rekannya baru saja menyelesaikan dinas malam dan sedang dalam perjalanan pulang menggunakan ambulans bernomor polisi PA 5099 MB.

Kepala Puskesmas Mapurjaya, Ona Bunga, saat dikonfirmasi Nemangkawipos.com, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Ona, insiden terjadi sekitar pukul 06.29 WIT di kawasan Km 9, tepat di depan Masjid Hidayatullah.

Baca Juga :

“Teman-teman yang selesai dinas malam sedang pulang menggunakan ambulans. Saat melintas di lokasi, tiba-tiba ada beberapa orang yang diduga dalam keadaan mabuk melempar batu ke arah ambulans. Batu tersebut mengenai bidan atas nama Asriani di bagian belakang telinga,” jelas Ona.

Akibat lemparan tersebut, korban mengalami luka robek dan langsung dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban diketahui telah menjalani penjahitan sebanyak dua jahitan. Selain itu, tim medis juga melakukan pemeriksaan foto kepala (rontgen/CT sesuai penanganan medis) karena korban mengeluhkan pusing serta pandangan yang mulai kabur.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih menjalani observasi dan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Mimika.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sebelum ambulans melintas, diduga telah terjadi aksi pelemparan terhadap sejumlah kendaraan lain yang melintas di ruas jalan tersebut.

Warga juga menyebut adanya sekelompok orang yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dan sempat mengganggu pengguna jalan. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Peristiwa ini memicu keprihatinan karena tenaga kesehatan yang baru menyelesaikan tugas pelayanan kepada masyarakat justru menjadi korban aksi kekerasan di jalan raya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera mengusut pelaku pelemparan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat ambulans merupakan kendaraan pelayanan publik yang membawa tenaga kesehatan maupun pasien sehingga harus mendapat perlindungan dan penghormatan dari semua pihak.

Nemangkawipos.com masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *